Photobucket

Hamid Alhamid

Sabtu, 27 April 2013

CUPLIKAN KESESATAN ALKAAFI, KITAB RUJUKAN UTAMA SYIAH IRAN - 1

Luthfi Bashori Juz 1 halaman 53, Ali bin Muhammad dari Sahl bin Ziyad dari Ahmad bin Muhammad dari Umar bin Abdul Aziz dari Hisyam bin Salim dan Hammad bin Utsman dan lainnya, mereka meriwayatkan : Kami mendengarkan Abu Abdillah `aliahis salaam mengatakan : `Perkataanku adalah perkataan ayahku, perkataan ayahku adalah perkataan kakekku, perkataan kakekku adalah perkataan Alhusain, perkataan Alhusain adalah perkataan Alhasan, perkataan Alhasan adalah perkataan Amirul mukminin (Ali bin Abi Thalib), perkataan Amirul mukminin adalah sabda Rasulullah SAW, dan sabda Rasulullah SAW adalah firman Allah SWT`. Keterangan : Abu Abdillah adalah seorang tokoh dari anak cucu Nabi SAW yang diklaim oleh golongan Syiah Imamiyah Khomeiniyah sebagai Imam ke empat dari dua belas Imam yang diyakini mereka sebagai para Imam yang ma`shum (tidak pernah berbuat salah). Karena kepecayaan dan keyaqinan golongan Syiah yang berlebihan bahkan hingga pengultusan terhadap para Imam tersebut, maka keluarlah hadits-hadits palsu seperti di atas. Bagaimana mungkin `perkataan` seorang Imam, dalam hal ini dinisbatkan kepada Abu Abdilllah, dianggap sama hukum dan nilai kandungannya dengan `perkataan` Imam sebelumnya, bahkan dianggap sama dengan `sabda` Nabi SAW, bahkan dianggap sama dengan `firman` Allah. Jika dalam bahasa lugas, maka hadits palsu di atas memiliki implikasi kesyirikan, karena jelas-jelas meyakini : Perkataan Imam Abu Abdillah sama dengan Firman Allah, dengan demikian golongan Syiah ini telah menyetarakan Imam Abu Abdillah dengan Allah. Tentunya umat Islam tidak dapat menerima kesesatan aqidah Syiah Iran ini. Namun, kini mereka membuka kran lebar-lebar bagi para pelajar Indonesia untuk mendalami dan mengamalkan ajaran-ajarannya, dengan cara mengobral beasiswa untuk tujuan pendidikan di wilayah Qum Iran, sebagai pusat kaderisasi pejuang aqidah Syiah. Bagi para pelajar usia muda, yang tergiur untuk berangkat, maka kebanyakan dari mereka akan berubah haluan jika sudah pulang ke tanah air. Yang semula dari keluarga muslim asli Indonesia berstatus Sunni Syafi\`i, berbelot menjadi dedengkot Syiah Indonesia. Mudah-mudahan aqidah umat Islam Sunni Syafi`i senantiasa dijaga oleh Allah SWT.

0 komentar: