Photobucket

Hamid Alhamid

Sabtu, 27 April 2013

ST. AISYAH, ISTRI TERCINTA NABI SAW

Kehormatan St. Aisyah sebagai istri Nabi SAW telah dicatat Alquran: Waazwajuhu ummahatuhum (dan para istri Nabi SAW itu adalah ibundanya umat Islam). St. Aisyah adalah satu-satunya wanita jenius yang dipilih oleh Nabi SAW untuk dijadikan istri. Sekalipun sebagai ibu rumah tangga, yang setiap saat harus siap melayani kebutuhan Nabi SAW saat diperlukan, St. Aisyah masih menyempatkan diri memperdalam ilmu hadits, hingga St. Aisyah mampu menghafalkan sabda Nabi SAW lebih dari 2.200 hadits nabawi. Bahkan hampir seluruh hukum yang berkaitan dengan syariat kewanitaan bagi para muslimat di dunia ini, adalah berasal dari riwayat St. Aisyah. Luthfi Bashori Kehormatan St. Aisyah bukan hanya dimuliakan oleh umat Islam penduduk bumi saja, bahkan penduduk langit pun sangat memuliakan ibunda umat Islam ini, sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi SAW: Wahai Aisyah, ini Jibril mengucapkan salam kepadamu ! St. Aisyah menjawab : Alaihis salam warahmatullahi wabarakatuh..! Suatu saat seorang wanita bertanya kepada Nabi SAW : Bagaimana caranya bersesuci dari haid ? Nabi SAW menjawab : Ambillah segumpal kain yang harum dan bersihkan darahnya..! Kerena wanita itu belum paham, maka Nabi SAW mengajari St. Aisyah dengan detail, lantas St. Aisyah menerangkannya kepada wanita itu hingga mengerti. Maka hingga saat ini para wanita muslimah di seluruh dunia, juga mempraktekkan ajaran St. Aisyah yang berasal dari Nabi SAW. tentang tata cara membersihkan darah haid Adapun, yang berkaitan dengan keharmonisan rumah tangga Nabi SAW, suatu saat St. Aisyah ditanya: Siapa orang yang paling dicintai oleh Nabi SAW ? St. Aisyah menjawab: Fathimah .. ! Kemudian dari kalangan lelaki siapa ? St. Aisyah menjawab : Suaminya (Sy. Ali), ia adalah lelaki yang tekun berpuasa dan shalat ! Demikianlah kemesraan hubungan antara St. Aisyah, St. Fathimah dan Sy. Ali, yang mana ketiganya sama-sama keluarga yang hidup dalam naungan dan bimbingan Nabi SAW, mereka saling menghargai antara satu dengan lainnya. Karena sangat besarnya peran St. Aisyah dalam melestarikan ajaran Nabi SAW, maka kaum kafir orientalis sangat membenci St. Aisyah dan mereka berusaha keras agar umat Islam ikut membenci dan menjatuhkan martabat dan kehormatan serta kredibilitas St. Aisyah. Tujuan utamanya agar semua hadits yang diriwayatkan oleh St. Aisyah yang mencakup hampir 1/4 syariat Islam, dibuang oleh umat Islam. Sejalan dengan kaum kafir orientalis yang setiap saat terus bekerja untukl menghancurkan Islam, adalah aliran Syiah Khomeiniyah Iraniyah Itsnaasyariah. Coba tengok, seorang penganut Syiah Khomeniyah, yaitu Ali bin Umar Alhabsyi alumni Pesantren YAPI Bangil, dengan terang-terangan mengikuti langkah kaum kafir orientalis dalam menghujat St. Aisyah, istri Nabi SAW yang tercinta itu. Hujatan Ali bin Umar ini tercantum dalam buku karangannya yang berjudul: KELUARGA SUCI NABI SAW. Untuk kepentingan itu, Ali bin Umar membuat hadits-hadits palsu yang isinya memojokkan St. Aisyah dan St. Hafshah, dua orang istri Nabi SAW, yang termasuk ummahatul mukminin / ibundanya umat Islam. Ali bin Umar mengatakan : Jika kalian berdua (Aisyah dan Hafshah) bertobat kepada Allah dari apa yang kalian lakukan yang bertentangan dengan sopan santun dalam bersikap kepada Nabi, dalam lingkup tanggung jawab keluarga, maka sesungguhnya telah tetap pada kalian sebab yang mengharuskan kalian bertobat, yaitu kecenderungan hati kalian kepada KEBATILAN dan KELUAR dari garis ISTIQAMAH KEPATUHAN dan KETAATAN kepada Nabi SAW. Mereka berdua (Aisyah dan Hafshah) telah melakukan tindakan yang mengganggu Nabi SAW dan bersekongkol menyakiti Beliau SAW. Tindakan seperti itu tergolong dosa besar yang menyebabkan kutukan dan siksa Allah di akherat. Oleh karnanya mereka harus bertobat. (halaman 163). Haruskah seorang lelaki seperti Ali bin Umar penganut Syiah Khomeiniyah, menciptakan berita INFOTAIMENT NEGATIF dan KEBOHONGAN terhadap para istri Nabi SAW, yang mana mereka berdua adalah termasuk ibunda bagi umat Islam yang sangat suci dan wajib dihormati oleh setiap pribadi muslim. Apalagi jika FITNAH dan GHIBAH itu dikhususkan kepada St. Aisyah penghafal lebih dari 2.200 hadits Nabi SAW. Barangkali saja Ali bin Umar Alhabsyi yang hidup di jaman sekarang dan yang sangat jauh dari bimbingan Nabi SAW, serta hidup di jaman yang mana kemaksiatan sudah mewabah di hampir menyeluruh pada sendi kehidupan manusia, Ali bin Umar merasa dirinya lebih suci dibanding St. Aisyah, istri Nabi SAW yang paling dekat hubungannya dengan Nabi SAW dan yang paling dicintai oleh beliau SAW, sehingga Nabi SAW merasa perlu jika memanggil St. Aisyah dengan panggilan kasih sayang : Ya humaira (Wahai `istri` yang pipinya kemerah-merahan) ! Inilah salah satu bukti bahwa kaum Syiah Imamiyah Khomeiniyah pastilah sama motivasinya dengan kaum kafir orientalis, yaitu : BERLOMBA-LOMBA MENGHANCURKAN ISLAM.

0 komentar: